12 Sinetron Indonesia Yang Tuai Kontroversi | Sampai berhenti tayang?!

sinetron-kontroversi

Dari masa ke masa, sinetron selalu digandrungi oleh masyarakat Indonesia dari berbagai usia dan latar belakang.

Sayangnya, cukup banyak kontroversi di berbagai sinetron Indonesia yang dianggap meresahkan.

Selain itu, film dan sinetron di Indonesia selalu diawasi oleh negara. Tentu saja hal ini membuat para sutradara pusing sehingga karya mereka bisa dilihat oleh berbagai kalangan.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Lembaga Sensor Film (LSF) akan menilai kelayakan setiap film dan sinetron dan akan terus memantaunya selama pemutaran.

Selain itu, KPI juga dapat menjatuhkan sanksi berat terhadap film atau sinetron yang melanggar aturan pemeringkatan.

Meski dipantau, terkadang masih ada sinetron yang mengganggu penonton karena menampilkan adegan yang dianggap tidak pantas.

Bahkan ada judul yang diminta berhenti tayang karena menjadi penyebab kenakalan remaja.

Sinetron apa yang menimbulkan kontroversi? Baca selengkapnya di bawah ini:

1. Suka Rahasia (2013)

Diam-diam, Suka pernah jadi sinetron terpanas pada masanya lho, geng.

Di mana? Sinetron ini memerankan seluruh anggota girl group Blink dan menceritakan kehidupan sekolah remaja yang seru. Sayangnya, sinetron ini juga sempat meresahkan penonton.

Sinetron dengan total 452 episode ini bahkan sempat ditegur dua kali oleh KPI.

Pertama, karena adegan perkelahian dan saling pukul antar remaja. Kedua, karena adegan sekelompok gadis remaja sibuk mencoret-coret wajah teman-temannya di kamar mandi.

Sinetron ini masuk dalam daftar sinetron bermasalah dan tidak layak ditonton oleh KPI.

2. Pashmina Aisyah (2014)

Sinetron Pashmina Aisha bercerita tentang saudara kembar Pashmina dan Aisha yang keduanya diperankan dengan apik oleh Aura Kasih.

Sinetron yang dibintangi Baim Wong dan mendiang Ashraf Sinclair ini ditegur KPI karena menayangkan adegan seorang wanita memukul perut dan kaki temannya dengan tongkat baseball.

Jenis ini tergolong pelanggaran larangan adegan kekerasan dan perlindungan anak dan remaja.

3. Ayah, Kenapa Aku Berbeda?: Serial (2014)

Ayah, kenapa aku berbeda?: Serial yang dibintangi Dinda Hauw ini juga memiliki jenis kejahatan yang sama dengan Pashmina Aisha.

KPI mengeluarkan teguran karena seorang anak berseragam sekolah melecehkan temannya.

Selain mengintimidasi secara fisik, anak itu melontarkan cercaan yang tidak pantas seperti “pembawa bangkai kapal”, “muka tembok”, “rambut besi” dan “tubuh bata”.

4. Serigala Cantik (2014)

Sinetron Ganteng-Ganteng Serigala atau GGS juga mencapai puncak kepopulerannya pada masanya dan kerap mendapatkan berbagai penghargaan.

Meski begitu, sinetron yang dibintangi Kevin Julio, Jessica Mila, Ricky Harun dan Prilly Latuconsina itu juga menjadi incaran untuk mengakhiri program tersebut.

KPI meyakini bahwa inti cerita dari total 471 episode tersebut tidak mengandung nilai moral dan pendidikan sama sekali.

Pasalnya, hampir di setiap episodenya terdapat kisah percintaan remaja yang diselingi adegan perkelahian, bullying, dan naik helm.

Selain itu, sinetron ini juga mendapat perhatian publik karena dianggap sebagai plagiat dari film Twilight.

5. Kamu yang Datang dari Bintang (2014)

Nah sinetron ini jadi viral karena terlalu banyak plagiat, geng. Sinetron ini terinspirasi dari drama Korea (drakor) berjudul My Love From the Star yang diproduksi oleh SBS.

Bagaimana Anda tidak diejek oleh begitu banyak penonton? Berdasarkan judulnya, episode pertama pun sama persis dengan drama aslinya.

Dilansir Soompi, SBS tidak pernah menjual lisensi drama tersebut kepada siapapun.

Jadi bagi SBS wajar saja jika Indonesia menjiplak karyanya. Untungnya, SBS mengambil jalur damai sebelum sinetron itu bisa ditayangkan kembali.

6. ABG menjadi Manten (2014)

Sinetron ABG Jadi Manten menayangkan adegan di mana tangan tersengat listrik dengan tongkat listrik.

Sinetron bersama Melody Prima, Hardi Fadhillah dan Bisma Karisma itu langsung disorot dan diberi status peringatan.

Alasannya: KPI memperkirakan adegan berbahaya itu berpotensi ditiru oleh anak-anak dan remaja.

7. Bubur Haji (2017)

Seperti Pretty Wolves, Tukang Bubur Naik Haji juga menuai kesuksesan dan kontroversi.

Kehadiran 2 politisi Indonesia, Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo, tentu saja menimbulkan konflik dan

Sumber :