7 inovasi dalam film yang sudah ada sejak lama | Menjadi pelopor tren!

inovasi-di-film

Penggunaan teknologi canggih seperti CGI sudah tidak asing lagi di industri film Hollywood. Bahkan, beberapa film Indonesia telah mengadopsi teknologi yang sama.

Bila digunakan dengan baik, teknologi ini dapat membuat film yang dihasilkan terlihat lebih nyata dan tampilan visualnya juga lebih memuaskan.

Meski terlihat baru, ternyata beberapa inovasi film yang Anda lihat sudah digunakan sejak sepuluh, bahkan ratusan tahun yang lalu.

Masih tidak percaya geng? Jika iya, langsung saja simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Inovasi film yang digunakan sebelum menjadi terkenal

Beberapa inovasi berikut secara besar-besaran mengubah industri film dan membantu menerjemahkan imajinasi sutradara menjadi kenyataan.

Sayangnya, film-film yang sudah menggunakan inovasi ini tidak mendapatkan pengakuan yang cukup karena tidak sepopuler film blockbuster yang juga menggunakan teknologi yang sama.

Berikut beberapa inovasi film yang sebenarnya sudah ada jauh sebelum franchise film terkenal menggunakannya dalam film mereka.

1. Rekaman kinerja

Salah satu aktor yang paling sering menggunakan teknologi ini adalah Andy Serkis melalui perannya sebagai Gollum, King Kong dan Caesar. Belum lagi sejumlah karakter seperti Avatar dan Thanos juga terekam menggunakan Performance Capture.

Namun jauh sebelum mereka, teknologi itu diterapkan pada Ahmed Best, yang memerankan Jar Jar Binks dalam trilogi prekuel Star Wars.

Meski belum sedewasa sekarang, Star Wars mempelopori sejarah performance capture di industri film Hollywood.

2. Penggantian wajah digital

Banyak sekali film-film di luar sana saat ini yang menggunakan teknologi CGI untuk mengganti wajah stuntman dengan wajah tokoh utama agar terlihat lebih meyakinkan.

Ternyata teknologi ini sudah digunakan sejak pembuatan film dinosaurus terbaik Jurrasic Park (1993).

Dalam adegan di mana Lex (Ariana Richards) jatuh dan tergantung di ventilasi, pemeran pengganti yang dia gantikan secara tidak sengaja melihat ke kamera.

Karena tidak sempat syuting lagi, Steven Spielberg, sang sutradara, memutuskan untuk “menempelkan” wajah Richard ke tubuh stuntman dengan efek visual.

3. Waktu peluru

Ingat adegan film ikonik ketika Neo (Keanu Reeves) menghindari serangkaian peluru di sebuah gedung di The Matrix (1993)? Ternyata bukan film pertama yang menggunakan teknologi peluru waktu, Gang.

Ini juga dapat digambarkan sebagai efek gerakan lambat; sudah digunakan sejak film Jumanji (1995), yaitu dalam adegan di mana Van Pelt (Jonathan Hyde) menembak Alan (Robin Williams) di akhir film.

Karena Alan sudah mengucapkan “Jumanji”, permainan berhenti dan, bersama Van Pelt, mengirim bola yang sangat dekat dengan wajahnya kembali ke papan permainan.

4. Karakter CGI sepenuhnya

Terminator 2: Judgment Day (1991) sering dianggap sebagai film pertama yang berhasil menciptakan karakter CGI sepenuhnya dalam karakter T-1000 (Robert Patrick), yang tubuhnya terbuat dari logam cair dan dapat mengeras.

Bahkan, film Sherlock Holmes Muda (1985) berhasil melakukan hal yang sama dengan sosok ksatria yang terbuat dari kaca patri. Grafiknya juga cukup bagus untuk zaman itu, dan sama sekali tidak terlihat seperti efek CGI yang konyol.

Soalnya geng, butuh waktu enam bulan untuk membuat CGI knight itu, hanya 30 detik di filmnya lho.

5. Tembakan tunggal

Film 1917 (2019) banyak mendapat pujian sebagai salah satu film layar lebar terbaik bahkan mendapat Oscar untuk kategori Sinematografi Terbaik.

Padahal, hasil film tersebut merupakan gabungan dari beberapa short take. Sementara itu, Timecode (2000) telah mengadopsi teknologi single-take selama lebih dari 90 menit siaran.

Film ini menampilkan empat adegan sekaligus dengan menggunakan metode split-screen. Padahal, keempatnya difilmkan secara bersamaan, geng.

6. Anti-penuaan digital

Banyak aktor menggunakan digital de-aging agar terlihat lebih muda, biasanya untuk adegan flashback. Berbagai franchise film ternama seperti MCU, Pirates of the Caribbean, dan Star Wars sudah akrab dengan teknologi ini.

Namun sebelum mereka digunakan oleh mereka, film 1995 Westworld telah melakukannya terlebih dahulu untuk memperbaiki garis rambut Kevin Costner, yang semakin memburuk seiring bertambahnya usia.

Faktanya, Costner membuat permintaan aneh kepada tim efek visualnya sendiri di film, lho.

Sumber :